Orang tua lalai saat anak bermain handphone menjadi salah satu penyebab meningkat kasus perundungan alias bullying
Bogor, HUMAS MEDIA -Ketua Yayasan Sejiwa, Retno Wahyuni mengatakan angka kasus bullying meningkat setiap tahun. Salah satu faktor penyebab kasus perundungan ini terus bertambah lantaran lemah pengawasan orang tua saat anak menggunakan teknologi digital seperti handphone.
Hal ini lanjut Retno kerap terjadi saat anak berada di lingkungan sekolah maupun di rumah masing-masing. Hal ini yang membuat Yayasan Sejiwa (Semai Jiwa Amini) terus konsisten dalam memberikan edukasi dan sosialisasi tentang bahaya bullying.
“Untuk pusat kita ada di Jakarta, kemudian kita juga membuka ruang aman Sejiwa ini di sejumlah daerah di Indonesia, salah satunya di Kota Bogor. Kerja sama dengan Yayasan Pendidikan Al-Mustarih,” ujar Retno.
Retno menjelaskan program penanganan kasus kekerasan terhadap anak di Bogor ini telah berjalan selama tiga tahun.
Yayasan Sejiwa membuka Sekretariat Ruang Aman Sejiwa di Jalan Aria Surialaga Cibalagung, Kelurahan Pasir Kuda, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.
Persisnya berada di area sekolah pendidikan Yayasan Al-Mustarih Bogor.
Ruang Aman Sejiwa itu secara resmi dibuka oleh Ketua Yayasan Sejiwa, Retno Wahyuni dan Ketua Koordinator Sejiwa Bogor, Aldilah Rahman.
Ketua KPAID Kota Bogor Dede Siti Amanah, serta Ketua Yayasan Al-Mustarih, Dian Pintaningdyah, pada Jumat 30 Januari 2026.
Ketua Yayasan Sejiwa, Retno Wahyuni menuturkan, bahwa yayasan ini didirikan oleh Diena Haryana di Jakarta pada 2004. Yayasan ini berfokus pada keamanan, perlindungan anak, dan pendidikan karakter, baik di dunia nyata maupun dunia maya.
Baca Juga: Munas 1 Komunitas Mekanik Indonesia Digelar di Cisarua Bogor
Dan pendiri yayasan merupakan orang yang aktif memberikan edukasi masyarakat terkait perundungan atau bullying.
“Lahirnya Yayasan Sejiwa ini karena didasari rasa kekhawatiran dan prihatin terhadap perkembangan anak, dimana kala itu sudah terjadi kasus kekerasan pada anak, seperti kasus bullying,” kata Retno di sela kegiatan.
Komitmen Sejiwa
Sementara, Koordinator Yayasan Sejiwa untuk wilayah Bogor, Aldilah Rahman menambahkan, peluncuran ruang aman Sejiwa ini merupakan bentuk komitmen sejiwa melaksanakan program pendampingan terhadap kasus kekerasan pada anak yang berbasis masyarakat.
“Ruang aman sejiwa ini merupakan wadah atau sarana masyarakat yang membutuhkan informasi maupun yang ingin melakukan pendampingan perihal tentang kekerasan pada anak atau keluarga. Dan alhamdulillah hari ini kita sudah melaunching ruang aman sejiwa yang berkolaborasi dengan Yayasan Pendidikan Al-Mustarih,” kata Aldilah Rahman.
Tenaga Pendidik yang kini mengajar di SDN Bubulak 1 Kota Bogor itu pun mengungkapkan, bahwa dalam penanganan maupun pencegahan terhadap kekerasan pada anak ini tidak bisa berjalan sendiri. Akan tetapi harus berkolaborasi dengan semua elemen, dari mulai pemerintahan, KPAI, TNI-Polri, tokoh masyarakat, sekolah.
Kolaborasi dengan masyarakat untuk sama-sama memberikan pelayanan dan edukasi terkait pencegahan dalam menangani kasus tersebut.
“Jadi kami hadir untuk memberikan edukasi dan juga solusi kepada masyarakat, terlebih para orang tua tentang bagaimana cara menangani anak-anaknya ketika mendapat perlakuan kekerasan. Termasuk kita juga mensosialisasikan kepada para orang tua dan sekolah agar kekerasan pada anak tidak terjadi,” ungkap Aldi.
Ketua KPAID Kota Bogor Dede Siti Amanah mengatakan, ruang aman Sejiwa ini banyak membantu seluruh pihak, terutama penanganan kaus kekerasan pada anak.
“Ini satu hal yang sangat luar biasa. Harapan kami menunggu kiprah sejiwa ini, dan tentunya bisa berkolaborasi bersama-sama dalam menangani kasus kekerasan pada anak, khususnya di Kota Bogor,” ungkapnya.
Ketua Yayasan Al-Mustarih, Dian Pintaningdyah menyampaikan hal yang sama. Dimana dirinya sangat menyambut keberadaan Ruang Aman Sejiwa yang berada dilingkungan Al-Mustarih. Menurut Dian, dengan adanya keberadaan ruang aman sejiwa ini merupakan hal positif, karena Al-Mustarih dan Sejiwa bisa membantu masyarakat di sekitar Bogor Raya.
Penanganan ini tidak hanya tentang perlindungan anak saja, tetapi menangani permasalahan perempuan seperti terjadi kasus kekerasan dalam rumah tangga
“Artinya, Al-Mustarih tidak hanya peduli pendidikan atau pelindung kepada anak untuk warga Al-Mustarih saja, tetapi lingkupnya lebih luas yaitu Bogor Raya. Dan ini juga sesuai dengan apa yang kami harapkan karena dapat mendukung terkait perlindungan kepada anak,” kata Dian.


