Jakarta, HUMAS MEDIA – Tim Evakuasi menemukan jasad seorang ibu dan anak dalam kondisi berpelukan setelah terseret arus deras dalam peristiwa banjir di wilayah Sukabumi, Jawa Barat. Bencana yang terjadi akibat hujan deras ini menyebabkan banyak rumah terendam, akses jalan terputus, serta menelan korban jiwa.
Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Sukabumi sejak sore hingga malam hari, mengakibatkan beberapa sungai meluap dan air bahkan menerjang permukiman warga.
Daerah Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat menjadi salah satu daerah yang paling parah terdampak. Ada banyak rumah warga yang terendam, bahkan beberapa hanyut terbawa arus.
Tim SAR dan relawan segera dikerahkan untuk melakukan evakuasi serta pencarian korban yang dilaporkan hilang. Proses penyelamatan berlangsung dramatis, mengingat derasnya arus dan kondisi medan yang sulit dijangkau.
Di tengah upaya pencarian, tim penyelamat menemukan dua jasad di antara puing-puing rumah yang tersapu banjir. Kedua korban tersebut diketahui merupakan seorang ibu dan anaknya yang ditemukan dalam keadaan berpelukan.
Kondisi ini seolah menggambarkan bagaimana sang ibu berusaha melindungi buah hatinya dari amukan banjir.
Korban bernama Santi alias Zahra (40) dan anaknya, Nurul (3), ditemukan pada Jumat (7/3/2025), setelah sebelumnya dinyatakan hilang akibat diterjang banjir.
Warga setempat yang menyaksikan evakuasi tersebut tidak kuasa menahan tangis. Peristiwa ini menjadi salah satu momen paling memilukan dari bencana yang terjadi.
Menurut keterangan tetangga, korban sempat bertahan di dalam rumah sebelum akhirnya terseret arus saat banjir semakin tinggi. Peristiwa tragis ini meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat Sukabumi.
Kasi Operasi Kantor SAR Jakarta, Ahmad Rizkiansyah, mengungkapkan detik-detik timnya menemukan jasad ibu dan anak tersebut. “Kami berhasil menemukan kedua korban pada pukul 13.30 WIB. Keduanya ditemukan dalam kondisi berpelukan dan sudah meninggal dunia,” ujar Rizkiansyah
Pemerintah daerah bersama tim relawan terus berupaya memberikan bantuan kepada warga yang terdampak. Posko pengungsian didirikan untuk menampung mereka yang kehilangan tempat tinggal, sementara kebutuhan logistik seperti makanan, air bersih, dan pakaian mulai disalurkan.