Tangsel, Humas Media – Langkah mudah mengenali beras premium di pasaran. Secara kasat mata tidak mudah membedakan bahan nasi premium dan medium. Hal ini yang menjadi celah pedagang nakal melakukan oplos.
Ada empat cara mudah mengenali beras premium di pasar. Dengan empat indikator ini menunjukkan kelas premium.
Pertama, kualitas beras pulen dan tahan lama. Beras kualitas satu umumnya memiliki tingkat derajat sosoh minimal 95 persen. Kedua, warna butir cerah dan bersih. Butir patah beras kualitas ini di bawah 5 persen. Kadar air yang terjaga di kisaran 14 persen.
Ketiga rendah kotoran dan kadar patah. Terakhir yang keempat aroma alami lebih wangi.
Ini sesuai standar ini mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 57/2017 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) Beras.
Karena kualitasnya, beras dengan aromi wangi ini sering dijual di segmen pasar menengah ke atas, termasuk supermarket dan toko ritel modern.
Baca Juga: Satgas Pangan Sita 132,65 Ton Beras Tak Penuhi Standar Mutu dari Gudang Cipinang
Dalam beberapa bulan terakhir, permintaan beras kelas satu mengalami peningkatan signifikan. Data dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat kenaikan konsumsi di beberapa kota besar hingga 12% pada semester pertama 2025.
Namun, kenaikan permintaan ini memicu fluktuasi harga. Di sejumlah pasar tradisional, harga beras jenis ini berkisar Rp15.000–Rp17.500 per kilogram, bahkan di beberapa daerah bisa tembus Rp18.000.