Jakarta, Humas Media – Aktor film Ketika Cinta Bertasbih, M Cholidi Asadil Alam beberkan kekuatan media digital yang berpengaruh terhadap perilaku masyarakat. Cholidi mengajak para dai muda tak perlu takut dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana dakwah yang efektif.
“Media digital itu adalah weapon, senjata kita dalam berdakwah. Kalau kita tidak kuasai, maka ruangnya akan diisi pihak lain,” ujar Cholidi di hadapan 200 peserta Pembibitan Calon Dai Muda Tahun 2025 di Asrama Haji Pondok Gede, Kamis (7/8/2025). Para peserta ini berasal dari berbagai provinsi di Indonesia.
Cholidi mengingatkan bahwa film bukan sekadar hiburan, tapi media ilmiah yang dapat membentuk opini, menginspirasi tindakan, bahkan mengubah gaya hidup masyarakat. Ia mencontohkan pengaruh luar biasa dari film Ketika Cinta Bertasbih yang ia bintangi sejak 2009.
“Saya pernah ke Hong Kong sampai tiga kali untuk berdakwah. Ada yang mendekati saya dan bilang, ‘Ini anak kami, kami beri nama Nasya karena terinspirasi nonton film Ketika Cinta Bertasbih,’” kisahnya.
Pengalaman serupa juga terjadi di Purwakarta. Saat sedang uji coba mobil, Cholidi dihampiri seorang warga yang membawa bayi. “Dia bilang, ‘Ini anak saya, saya beri nama Muhammad Cholidi Asadil Alam.’ Lengkap banget, saya sampai bilang, dapat royalti dong saya,” canda Cholidi yang disambut tawa peserta.
Baca Juga: Summit Nasional Media, Dahlan Iskan Ungkap Doktrin Wartawan Sekarang Berubah
Menurutnya, kekuatan film terletak pada daya pengaruhnya yang dalam dan luas. Ia bahkan mengisahkan ada tetangganya di Kalimantan yang memberi nama anaknya Muhammad Almino Asadil Alam, karena terinspirasi dari semangat perjuangannya.
“Film bisa membentuk kedekatan emosional. Bukan hanya dikenal, tapi dikenang. Dan itu semua bisa diarahkan untuk dakwah yang berdampak,” jelasnya.