Jalur Dakwah Media Sosial
Sebagai praktisi sekaligus akademisi, Cholidi menjelaskan struktur konten dalam teori komunikasi massa. Film atau sinematografi berada di tingkat tertinggi dalam hierarki konten digital, diikuti trailer, teaser, hingga turun ke bentuk-bentuk pendek seperti video TikTok dan konten media sosial lainnya.
“Kalau film bisa satu jam, maka trailer satu menit, teaser bisa hanya 10 detik. Dari situ muncul konten-konten turunan. Itu semua bisa jadi jalur dakwah bila dikelola dengan niat dan strategi yang tepat,” tegasnya.
Ia juga membagikan pengalamannya menjadi satu-satunya pembicara dari Indonesia dalam forum internasional pasca-Muktamar Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Makassar. “Lima pembicara, dari Jepang, Australia, Singapura, Malaysia, dan saya dari Indonesia. Saya sampaikan materi tentang film sebagai media ilmiah dalam memengaruhi masyarakat, pakai bahasa Inggris,” ungkapnya.
Tak hanya di forum formal, dalam dua tahun terakhir Cholidi juga aktif mengisi sembilan kegiatan dakwah dan diskusi di berbagai komunitas, termasuk restoran milik diaspora, dengan menyampaikan pesan-pesan dakwah menggunakan bahasa Inggris.
“Saya ingin sampaikan ke teman-teman, jangan takut masuk media. Jadi artis, jadi aktor, jadi influencer boleh. Tapi tujuannya harus dakwah. Dakwah harus menyentuh ruang digital, ruang publik, ruang visual,” ujarnya menutup sesi dengan penuh semangat.
Kegiatan Pembibitan Calon Dai Muda Tahun 2025 yang digelar Direktorat Penerangan Agama Islam, Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama itu ikuti 200 peserta dari seluruh provinsi. Program tersebut bertujuan mencetak dai muda yang moderat, adaptif, dan relevan dengan perkembangan zaman