Aksi demo ojol (ojek online) di Jakarta dalam menyuarakan aspirasi berujung ricuh dan bentrok dengan aparat
Jakarta, Humas Media – Fenomena aksi unjuk rasa ojol (ojek online) saat menyuarakan aspirasi mereka tak jarang berujung ricuh dengan aparat. Berdasarkan data yang dihimpun, setidaknya ada empat aksi demo ojol yang berujung ricuh hingga jatuh korban. Insiden terakhir paling tragis.
1. Ojol Dipukul Pentungan
Aksi demo ojol yang menolak revisi Undang-Undang TNI di sekitaran Gedung DPR RI, Jakarta Pusat pada 20 Maret 2025. Massa ojol bentrok saat petugas memukul mundur. Bentrok terjadi di kolong jembatan layang JCC, tidak jauh ari lokasi aksi. Pria ojol dipukul pentungan dan ditendangi oleh aparat.
2. Menyalakan Flare Berujung Tegang
Aksi salah seorang pendemo dari ojol yang menyalakan flare berujung ketegangan engan aparat kepolisian. Aksi ini terjadi di kawasan Silang Selatan Monas, pada 21 Juli 2025.
Ini demo lanjutan dari Aksi 217 di Istana Negara dan Silang Selatan Monumen Nasional (Monas). Aksi itu dibarengi dengan aksi off-bid alias mogok massal dengan mematikan aplikasi.
Ribuan ojol menggelar aksi protes tuntut penurunan potongan aplikasi. Bentrokan nyaris terjadi karena salah satu massa menyalakan flare, yang berujung adu dorong dan ketegangan dengan polisi.
3. Bakar Ban dan Lempar Botol ke Petugas
Aksi demo ojol di Jakarta dengan tuntutan tindak tegas aplikator yang melanggar aturan Kementerian Perhubungan. Demo menebar di tiga titik, yakni Kawasan Bundaran Patung Kuda di Jalan Medan Merdeka Barat, Kantor Kemneterian Perhubungan dan depan Gedung DPR/MPR Senayan.
Baca Juga:
Masalah Driver Ojol, Puan: DPR Cari Solusi Terbaik bagi Semua Pihak
Kemenko Polkam Dorong Selesaikan Masalah Driver, Ini 5 Tuntutan Demo Ojol
Demonstrasi ojol di Monas memanas saat massa membakar ban—sebagai bentuk tekanan—dan melakukan lemparan botol ke arah aparat. Polisi kemudian melakukan langkah pembubaran karena situasi makin tak terkendali.