Jakarta, Humas Media – Kurikulum Berbasis Cinta dalam Sarasehan Nasional Trainig of Facilitator (ToF) di Pusbangkom SDM, Pendidikan dan Keagamaan, Ciputat. Presiden Direktur Mizan Grup Haidar Bagir menjadi salah satu pemangku kepentingan dalam dunia pendidikan.
Sementara para peserta adalah fasilitator nasional sebanyak tiga puluh orang. Calon fasilitator yang tidak hanya dilatih hal teoritik, tapi juga cara efektif mengajarkan cinta. Kurikulum Berbasis Cinta tidak hanya sekadar pengetahuan teoritis.
Project Officer Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI), Sri Widuri pun hadir. Haidar Bagir dan Sri memberikan pandangan dalam sarasehan tersebut. Keduanya menyoroti bagaimana pendidikan dan nilai-nilai cinta harus tertanam dalam proses pembelajaran dan budaya sekolah, bukan hanya sekadar pengetahuan teoritis.
Baca Juga:
Kurikulum Pendidikan Bertema Keselamatan Lalu Lintas
Insiden Sukabumi, Nasaruddin Umar Soroti Kedewasaan Spiritual dan Sosial
Haidar Bagir menegaskan dalam mengajarkan cinta tidak dapat dilakukan dengan cara mengajarkan pengetahuan. Mengajarkan cinta harus dengan pengalaman dan dengan menimbulkan rasa cinta karena cinta menyatu dengan diri.
“Jangan pernah berpikir bahwa mengajarkan cinta itu cukup seperti mengajarkan objek di luar kita seperti matematika di kelas. Kalau cinta yang objeknya imanen, di dalam diri kita, dia menyatu sama diri kita,” ujarnya.