Tangerang, Humas Media – Nasi tumpeng menjadi hidangan tradisional Indonesia yang tersaji dalam setiap perayaan, termasuk Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Penyajian tumpeng pun sangat unik, yakni dengan bentuk kerucut dengan dikelilingi lauk pauk. Alasnya daun pisang.
Kenapa berbentuk kerucut?
Nasi tumpeng ini merupakan tradisi leluhur yang berasal dari Jawa, Bali, dan Madura. Kemudian kebiasaan ini menyebar ke berbagai daerah di Nusantara. Asal-usul tumpeng ini tak lepas dari pengaruh budaya Hindu yang berkembang di Jawa sejak abad ke-4.
Kala itu, bentuk kerucut nasi tumpeng terinspirasi dari gunung. Dalam kepercayaan Hindu dan kepercayaan lokal Jawa, gunung dianggap suci. Ini juga sebagai simbol dari Gunung Mahameru atau Gunung Semeru, tempat bersemayamnya para dewa.
Secara filosofis bentuk kerucut nasi tumpeng melambangkan hubungan manusia dengan Tuhan. Puncak dari kerucut itu menunjukkan ke atas sebagai simbol doa dan pengharapan.
Baca Juga: Safari Bazaar Victoria Square Banjir Pengunjung, Budi Mulyo Beberkan Rahasianya
Biasanya, nasi tumpeng tersaji di tengah dengan lauk-pauk mengelilinginya. Penataan ini pun bukan berarti tak memiliki makna.