Kolaborasi Bentuk Citra Kota
Lebih lanjut, Maryono menekankan pentingnya kolaborasi antarperangkat daerah dalam membentuk city brand yang kohesif dan autentik. Menurutnya, city branding bukan sekadar slogan atau logo, tapi bagaimana sebuah kota mampu menceritakan keunggulan dan karakternya secara konsisten.
“Melalui program ini, kami belajar banyak dari praktik kota lain, termasuk Banyuwangi yang berhasil membangun narasi kota dengan sangat baik. Pengalaman ini tentu sangat relevan untuk kita adaptasi di Kota Tangerang,” tambahnya.
Wakil wali kota berharap, melalui partisipasi aktif dalam program ini, Pemkot Tangerang dapat menyusun strategi city branding yang tidak hanya menyentuh aspek visual dan komunikasi, tetapi juga menyentuh hati warganya dan memperkuat rasa memiliki terhadap kota.
“Kita ingin warga bangga menjadi bagian dari Kota Tangerang, dan dunia juga melihat Tangerang sebagai kota yang layak dikunjungi, ditinggali, dan berdaya saung,” tukas Maryono Hasan.