Pemerintah mulai menerapkan konsep WFH (working from home) bagi aparatur sipil negara (ASN) di pemerintah pusat dan daerah mulai hari ini, Rabu (1/4/2026)
Jakarta, HUMAS MEDIA – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menjelaskan konsep working from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN).
Penjelasan ini disampaikan dalam Rapat Kerja dengan Komisi II DPR RI tentang Program Kerja Tahun 2026 dan Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan BPK, di Jakarta, Selasa (31/3/2026).
Menpan RB menyampaikan konsep bekerja dari rumah ini sekaligus mengubah capaian kinerja bagi ASN. Penerapan WFH ini sekaligus membiasakan ASC capaiannya bukan berdasarkan absensi melainkan pada kinerja.
“Konsep ini tentu tidak menyamakan FWA dengan libur. Ada target yang harus dicapai,” ujar Menteri Rini Widyantini.
Menteri Rini menegaskan, jajarannya akan menyelaraskan struktur dan tata kelola kelembagaan instansi dengan program prioritas pemerintah serta prioritas pembangunan.
Kelembagaan ditata agar tepat fungsi dan sinergis, hingga standardisasi tata laksana birokrasi berbasis kinerja. Rini juga menjelaskan terkait konsep flexible working arrangement (FWA) bagi ASN yang sedang jadi pembicaraan di ruang publik.
Perkuat Layanan Berbasis Digital
Konsep ini mengusung target dan memastikan pelayanan publik esensial tidak akan terganggu dengan konsep ini. Pada intinya, lanjut Rini WFH ini lebih menekankan kepada bagaimana bertransformasi di dalam tata kelola pemerintahan.
“Jadi memang sudah saatnya kita memperbaiki layanan-layanan kepada masyarakat yang berbasis digital dengan tetap memperhatikan layanan-layanan yang bersifat esensial,” tegas Rini.
Pada aspek manajemen ASN, transformasi difokuskan untuk memastikan sistem merit berjalan efektif dan konsisten. Penguatan kompetensi dan budaya digital menjadi salah satu strategi utama dalam transformasi ASN.
Rini menjelaskan, keseluruhan rencana kinerja ini berujung pada transformasi pelayanan publik. Secara garis besar, pelayanan publik diarahkan lebih inklusif, terintegrasi, dan mudah diakses oleh seluruh kalangan.


