Jakarta, HUMAS MEDIA – Muhammadiyah, sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, telah resmi menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1446 H jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025.
Penetapan ini dilakukan berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal, yang menjadi ciri khas Muhammadiyah dalam menentukan awal bulan Hijriyah.
Sementara itu, umat Muslim di Indonesia menantikan keputusan resmi dari pemerintah mengenai awal Ramadan tahun ini.
Metode hisab hakiki wujudul hilal yang digunakan Muhammadiyah melibatkan perhitungan posisi bulan dan matahari untuk menentukan kapan hilal (bulan sabit pertama) muncul.
Dengan metode ini, Muhammadiyah dapat menetapkan tanggal awal Ramadan dengan kepastian lebih awal, tanpa menunggu hasil rukyat atau pengamatan langsung.
Sampai saat ini, pemerintah melalui Kementerian Agama belum mengumumkan keputusan resmi mengenai awal Ramadan 2025.
Biasanya, pemerintah mengadakan sidang isbat yang melibatkan berbagai organisasi Islam, ahli astronomi, dan tokoh masyarakat untuk menentukan awal bulan Ramadan berdasarkan hasil rukyat.
Bagi umat Muslim yang mengikuti Muhammadiyah, penetapan ini memberikan kepastian dalam memulai persiapan menyambut bulan suci.
Banyak yang sudah mulai mempersiapkan diri secara fisik dan spiritual, seperti memperbanyak ibadah, menyiapkan menu sahur dan berbuka, serta meningkatkan amal sosial.
Abu Rokhmad meminta kepada masyarakat untuk menunggu hasil resmi dari pemerintah, sesuai dengan fatwa MUI No. 2 Tahun 2004 tentang penetapan awal Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah.
“Kita berharap umat Islam di Indonesia bisa mengawali Ramadan tahun ini secara bersama-sama,” jelasnya, dikutip dari laman resmi Kemenag.
Penetapan awal Ramadan oleh Muhammadiyah memberikan panduan bagi sebagian umat Muslim di Indonesia.
Sementara itu, keputusan pemerintah yang dinantikan akan memberikan kepastian bagi umat Muslim lainnya.
Semoga bulan suci Ramadan menjadi momen untuk memperkuat iman, meningkatkan kualitas ibadah, dan mempererat tali persaudaraan di antara sesama umat.