Wahidin Halim memberikan nasihat kepada Bupati Lebak Hasbi Jayabaya yang bersitegang dengan wakil bupati Amir Hamzah saat acara halal bi halal.
Tangerang, HUMAS MEDIA – Gubernur Banten periode 2017-2022 Wahidin Halim ikut bersuara tentang perseteruan Bupati Lebak Hasbi Jayabaya dan Wakil Bupati Amir Hamzah.
Anggota DPR RI dari fraksi NasDem ini menasehati Hasbi Jayabaya yang dianggap masih muda. Wahidin menyampaikan tiga poin dalam nasehatnya kepada Hasbi.
Pertama Bupati dan wakil bupati itu penjaga moral dan penjaga konstitusi. Oleh karenanya, kepala daerah itu menjadi contoh dan teladan bagi nilai-nilai kebaikan. Menjadi pusat perhatian bagi rakyatnya.
Kedua, dalam mebangun komunikasi dengan siapapun harus bisa menjaga adab dan sopan santun.
Ketiga, dalam membangun komunikasi dengan wakil harus tersirat dalam undang-undang harus mampu membangun sinergitas, sesama masyarakat.
“Sinergitas yang profesional, saing menghargai, berbagi tugas, saling mmebangun kerja sama dengan baik,” ujar Wahidin Halim.
Dalam dinding Instagram pribadinya, Wahidin Halim menyampaikan keterangan lumayan panjang.
Ini tulisan Panjang Wahidin Halim;
Dalam hal ini, terkhusus kepada kepala daerah kab. Lebak, ingatlah bahwa jabatan adalah Amanah. Bukan karena untuk mempertontonkan ego dan pertikaian.
Rakyat tidak membutuhkan pemimpin yang sibuk berdebat tanpa arah, tetapi pemimpin yang mampu menenangkan suasana, menjembatani perbedaan, dan menghadirkan solusi nyata.
Baca Juga: Harta Kekayaan Bupati Lebak Hasbi Jayabaya, Otomotif dan Bangunan
Setiap kata yang diucapkan dan setiap sikap yang ditunjukkan akan menjadi cerminan kualitas kepemimpinan di mata publik.
Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar di era saat ini, namun kedewasaan terlihat dari cara menyikapinya.
Jika konflik terus dipelihara, yang dirugikan bukan hanya citra pribadi, tetapi juga kepercayaan masyarakat dan jalannya pembangunan.
Jadilah pemimpin yang mengedepankan dialog, bukan emosi; mengutamakan kepentingan bersama, bukan kepentingan pribadi atau kelompok.


