Petugas masih melakukan pencarian terhadap korban masih hilang akibat longsor di Kampung Pasirkuning, Desa Pasirlungu, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat
Bandung, HUMAS MEDIA – Sebanyak 11 orang meninggal dunia akibat longsor di Kampung Pasirkuning Desa Pasirlungu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Sembilan korban longsor di Kampung Pasirkuning, Sabtu (24/1/2026) ditemukan Tim SAR gabungan.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan arahan soal alih fungsi lahan.
Berdasarkan data sementara Minggu (25/1/2026) hingga pukul 12.00 WIB, longsor mengakibatkan 11 orang meninggal dunia. Sebanyak 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 79 warga masih dalam pencarian.
Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor
Tim SAR gabungan menemukan sembilan orang korban longsor di Kampung Pasirkuning, Sabtu 24 Januari 2026.
Jenasah korban longsor tersebut, kemudian dievakuasi dan dimandikan di Pondok Pesantren Yabis.
Baca Juga: Kronologi 7 Warga Tewas Tertimbun Longsor di Penambangan Emas Tembagapura
Akibat longsor Bandung Barat, sekitar 30 rumah terdampak. Bencana ini berdampak langsung terhadap 34 kepala keluarga atau 113 jiwa. Setidaknya 23 orang berhasil selamat, sementara 82 orang lainnya masih dalam proses pencarian dan pendataan.
Kunjungan Wapres Gibran ke Lokasi Longsor
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung lokasi bencana longsor di Desa Pasirlangu, Minggu (25/1/2026). Kunjungan kerja itu guna memastikan penanganan darurat serta keselamatan warga terdampak berjalan optimal.
Wapres memberikan arahan kepada Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta seluruh unsur terkait agar turun langsung ke lapangan. Selain itu lakukan pendampingan intensif kepada masyarakat.
“Saya mohon maaf, tim sudah terjun ke lapangan. Kita doakan tim yang di lapangan dapat bekerja dengan baik,” ujar Gibran kepada warga terdampak.
Ia menekankan upayakan pemenuhan kebutuhan dasar, seperti pangan, air bersih, dan layanan kesehatan secara maksimal. Bersamaan dengan langkah antisipatif agar bencana serupa tidak kembali terulang.
Secara khusus, Wapres juga meminta perhatian ekstra bagi kelompok rentan, termasuk lanjut usia, anak-anak. Bukan hanya itu, ibu hamil, ibu menyusui, serta penyandang disabilitas.
Terkait rencana relokasi, Gibran meminta agar proses sosialisasi dilakukan dengan baik dan lokasi hunian sementara. Ia menekankan lokasinya tidak terlalu jauh dari tempat asal maupun sumber mata pencaharian warga.
“Untuk lansia dan ibu menyusui agar diberikan atensi khusus, yang sakit juga harus diperhatikan, dan bantuan dipastikan tepat sasaran,” katanya.
Selain itu, Wapres juga menitipkan pesan kepada Wakil Gubernur Jawa Barat serta Bupati Bandung Barat agar segera menindaklanjuti persoalan alih fungsi lahan di wilayah rawan bencana.
“Saya titip wakil gubernur dan bupati terkait alih fungsi lahan mohon segera ditindak,” ujar Gibran.
Tim SAR Lakukan Pencarian
Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian puluhan korban yang tertimbun tanah longsor. Sementara itu warga yang selamat dari bencana tersebut kini mengungsi di Puskesmas Pasirlungu.
Berdasarkan hasil asessmen bersama unsur SAR dan pihak desa setempat di perkirakan total warga terdampak 113 jiwa atau 34 KK.
Puluhan rumah di Kampung Babakan RT 5 RW 11 Pasirkuning, Desa Pasirlungu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat dilanda longsor. Hal ini disebabkan hujan deras dan angin kencang sejak Jumat, 23 Januari 2026 malam.


